Home » , , » Ringkasan IPA kelas 6 TKAD IPA : Alat dan fungsi organ Pencernaan, enzim organ pencernaan serta ganguan dan penyakit alat penccernaan

Ringkasan IPA kelas 6 TKAD IPA : Alat dan fungsi organ Pencernaan, enzim organ pencernaan serta ganguan dan penyakit alat penccernaan

 Halo Sahabat SDN Karangsari! Petualangan seru menanti kita hari ini, yuk kita cari tahu bagaimana makanan yang kita makan bisa berubah menjadi energi dalam tubuh kita! Bersama-sama, kita akan menjelajahi urutan proses pencernaan mulai dari mulut hingga anus, mengenali setiap bagian alat pencernaan beserta fungsi hebatnya, serta melihat serunya perbedaan pencernaan mekanis oleh gigi dan kimiawi oleh enzim-enzim pintar di dalam tubuh kita. Tidak hanya itu, kita juga akan menyelidiki rahasia macam-macam enzim, mengenal berbagai kelainan dan penyakit pencernaan, serta tips ampuh untuk mencegahnya agar tubuh kita selalu sehat dan kuat. Jadi, siapkan semangat petualangmu, Sahabat SDN Karangsari, mari kita belajar dan taklukkan rahasia sistem pencernaan bersama-sama!

1. Fungsi Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan berfungsi untuk:

  • Menerima dan hancurkan makanan yang masuk ke tubuh.

  • Memecah makanan menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil agar dapat diserap oleh darah.

  • Menyerap air, vitamin, dan mineral penting untuk energi dan pertumbuhan.

  • Mengeluarkan sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna dari dalam tubuh.

2. Perbedaan Pencernaan Mekanis dan Kimiawi

  • Pencernaan Mekanis: Proses mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil dan halus tanpa mengubah struktur kimianya. Proses ini menggunakan gigi di mulut dan gerakan meremas (peristaltik) di lambung.

  • Pencernaan Kimiawi: Proses memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim pencernaan.

3. Urutan Proses Pencernaan dan Fungsi Bagian Alat Pencernaan

Proses pencernaan manusia mengalir melalui jalur yang disebut saluran pencernaan dengan urutan sebagai berikut:

 

  1. Mulut: Tempat dimulainya pencernaan. Gigi dan lidah melakukan pencernaan mekanis, sementara kelenjar ludah menghasilkan air liur untuk pencernaan kimiawi.

  2. Kerongkongan (Esofagus): Saluran penghubung mulut dan lambung. Di sini terjadi gerak peristaltik (gerakan meremas dan mendorong) untuk membawa makanan ke lambung.

  3. Lambung: Kantung besar tempat makanan dicerna secara mekanis (dinding lambung meremas makanan) dan kimiawi (oleh asam lambung dan enzim).

  4. Usus Halus: Tempat terjadinya pencernaan kimiawi paling akhir sekaligus tempat penyerapan sari-sari makanan ke dalam pembuluh darah. Usus halus terdiri dari tiga bagian: duodenum (usus 12 jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

  5. Usus Besar: Tempat penyerapan air dan garam mineral dari sisa makanan. Di sini juga terjadi proses pembusukan sisa makanan dengan bantuan bakteri Escherichia coli.

  6. Anus: Lubang pelepasan untuk membuang sisa makanan yang sudah berbentuk feses (tinja).

    Untuk mengerjakan LKPD interaktif silahkan  klik link berikut ini  

    Meskipun hati dan empedu adalah dua organ yang berbeda, keduanya bekerja sama sangat erat dalam sistem pencernaan. Berikut adalah fungsi singkat dari masing-masing organ tersebut:

    1. Fungsi Hati (Hepar) dalam Pencernaan

    Hati adalah organ dalam terbesar yang memiliki peran sangat multitalenta:

    • Menghasilkan Cairan Empedu: Hati memproduksi cairan empedu (sekitar 0,5 - 1 liter per hari) yang nantinya digunakan untuk mencerna lemak.

    • Menawarkan Racun (Detoksifikasi): Menetralkan racun, obat-obatan, dan zat berbahaya yang masuk bersama makanan agar aman bagi tubuh.

    • Menyimpan Energi dan Nutrisi: Mengubah glukosa (gula darah) menjadi glikogen (cadangan energi) serta menyimpan vitamin (A, D, E, K, B12) dan zat besi.

    • Merombak Sel Darah Merah: Menghancurkan sel darah merah yang sudah tua untuk diambil zat besinya dan mengubah sisanya menjadi pigmen empedu (bilirubin).

    2. Fungsi Kantung Empedu (Gallbladder)

    Kantung empedu adalah organ berbentuk seperti buah pir kecil yang terletak tepat di bawah hati. Fungsinya meliputi:

    • Tempat Penampungan Cairan Empedu: Menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati sebelum dialirkan ke usus halus.

    • Mengentalkan Empedu: Menyerap air dari cairan empedu agar konsentrasinya lebih pekat dan siap digunakan saat makanan tiba.

    3. Fungsi Cairan Empedu Itu Sendiri

    Saat makanan berlemak masuk ke usus halus (duodenum), kantung empedu akan berkontraksi dan menyemprotkan cairan empedu ke usus. Fungsi cairan empedu ini adalah:

    • Mengemulsikan Lemak: Memecah gumpalan lemak yang besar menjadi butiran-butiran lemak yang jauh lebih kecil.

    • Membantu Kerja Enzim Lipase: Setelah lemak berukuran kecil (teremulsi), enzim lipase dari pankreas bisa dengan mudah merombak lemak tersebut menjadi asam lemak dan gliserol agar bisa diserap oleh tubuh.

4. Macam-Macam Enzim Pencernaan dan Fungsinya

Enzim berperan vital dalam pencernaan kimiawi agar nutrisi bisa diserap tubuh:

  • Mulut (Kelenjar Air Liur):

    • Enzim Ptialin (Amilase): Mengubah amilum (karbohidrat) menjadi maltosa/glukosa.

  • Lambung:

    • Enzim Pepsin: Mengubah protein menjadi pepton.

    • Enzim Renin: Mengendapkan protein susu (kasein).

    • (Asam Klorida/HCl): Bukan enzim, tapi berfungsi membunuh kuman dan mengaktifkan pepsin.


  • Pankreas (Disalurkan ke Usus Halus):

      

    • Enzim Amilase: Mengubah amilum menjadi glukosa.

    • Enzim Tripsin: Mengubah pepton menjadi asam amino.

       Enzim Lipase: Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

  •  Enzim yang ada di usus  

    Berikut adalah macam-macam enzim yang bekerja di usus halus beserta fungsinya secara singkat:

    • Enzim Amilase (Pankreas): Mengubah amilum (karbohidrat kompleks) menjadi glukosa/gula sederhana.

    • Enzim Tripsin: Mengubah pepton menjadi asam amino (bentuk protein yang siap diserap tubuh).

    • Enzim Lipase: Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

       

       untuk enzim ini juga ada di usus namun jarang kelau di SD  sebagai berikut :  

    • Enzim Maltase: Mengubah maltosa menjadi glukosa.

    • Enzim Laktase: Mengubah laktosa (gula pada susu) menjadi glukosa dan galaktosa.

    • Enzim Sukrase: Mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi glukosa dan fruktosa.

    • Enzim Erepsin (Peptidase): Mengubah peptida menjadi asam amino.

    •  

5. Kelainan, Penyakit Pencernaan, dan Cara Mencegahnya

Kelainan / PenyakitDeskripsiCara Pencegahan
Maag (Gastritis)Peradangan pada dinding lambung akibat asam lambung tinggi atau infeksi bakteri.Makan teratur secara terjadwal, hindari makanan terlalu pedas atau asam, dan kurangi stres.
DiareFeses menjadi encer karena usus besar kurang menyerap air, sering dipicu bakteri/keracunan makanan.Menjaga kebersihan makanan dan tangan, minum air matang, serta cuci tangan sebelum makan.
Sembelit (Konstipasi)Kesulitan buang air besar karena feses terlalu keras akibat usus besar menyerap terlalu banyak air.Banyak mengonsumsi makanan berserat (buah dan sayur) serta minum air putih yang cukup.
Apendisitis (Usus Buntu)Peradangan atau infeksi pada umbai cacing (apendiks).Mengonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air agar sisa makanan tidak menyumbat apendiks.
SariawanLuka kecil di dalam mulut akibat infeksi, luka gigit, atau kekurangan vitamin.Menjaga kebersihan mulut, berhati-hati saat mengunyah, dan mencukupi asupan Vitamin C.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbitkan oleh Mr-Widi

0 komentar:

Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan

Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2017. Guru SD Jogja - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team