12 Penyakit yang sering keluar ujian TKAD

 

Gangguan pada sistem pernapasan (respirasi), bukan sistem pencernaan. Berikut adalah materi lengkap 12 penyakit dan gangguan sistem pernapasan ditinjau dari definisi, ciri-ciri, cara mencegah, dan cara mengatasinya:
 
 
 

1. Tuberkulosis (TBC)

  • Definisi: Infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang merusak jaringan paru-paru (terutama dinding alveolus) dan membentuk bintil-bintil kecil (tuberkel).

  • Ciri-ciri:

    • Batuk berdahak atau berdarah yang berlangsung lebih dari 2–3 minggu.

    • Demam meriang dan berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas fisik.

    • Penurunan berat badan dan nafsu makan secara signifikan.

    • Nyeri dada saat bernapas atau batuk.

  • Cara Mencegah:

    • Mendapatkan imunisasi/vaksinasi BCG saat bayi.

    • Memastikan ventilasi udara dan pencahayaan matahari di rumah memadai.

    • Menggunakan masker saat berinteraksi dengan penderita TBC.

    • Tidak membuang dahak sembarangan.

  • Cara Mengatasi:

    • Pengobatan dengan Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) kombinasi (seperti rifampisin, isoniazid, pirazinamid, dan etambutol) secara rutin dan tuntas selama 6–9 bulan di bawah pengawasan dokter.

2. Asma

  • Definisi: Penyempitan dan peradangan kronis pada saluran pernapasan (bronkus/bronkiolus) akibat respons hipersensitivitas atau reaksi berlebih terhadap pemicu tertentu.

  • Ciri-ciri:

    • Sesak napas berulang dan mendadak.

    • Suara mengik (wheezing) atau "ngik-ngik" saat mengembuskan napas.

    • Dada terasa berat atau seperti tertekan.

    • Batuk yang memburuk pada malam hari atau dini hari.

  • Cara Mencegah:

    • Mengidentifikasi dan menghindari pemicu (seperti debu, bulu hewan, udara dingin, asap rokok, atau serbuk sari).

    • Menjaga kebersihan kamar tidur dan lingkungan dari tungau debu.

  • Cara Mengatasi:

    • Penggunaan inhaler pelega (bronkodilator seperti salbutamol) saat terjadi serangan.

    • Obat pengontrol jangka panjang (seperti kortikosteroid inhalasi) sesuai petunjuk dokter.

3. Pneumonia (Paru-Paru Basah)

  • Definisi: Infeksi akut pada salah satu atau kedua kantung udara (alveolus) yang menyebabkan alveolus meradang dan terisi cairan atau nanah. Umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, virus, atau jamur.

  • Ciri-ciri:

    • Batuk berdahak kental berwarna kuning, hijau, atau disertai darah.

    • Demam tinggi, menggigil, dan berkeringat.

    • Sesak napas dan napas menjadi cepat/dangkal.

    • Nyeri dada tajam yang memburuk saat bernapas dalam atau batuk.

  • Cara Mencegah:

    • Mendapatkan vaksinasi pneumonia (PCV) dan vaksin flu.

    • Menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan pakai sabun.

    • Menjaga daya tahan tubuh dan tidak merokok.

  • Cara Mengatasi:

    • Pemberian antibiotik (jika disebabkan oleh infeksi bakteri).

    • Obat pereda demam dan pereda nyeri.

    • Terapi oksigen dan pemberian cairan infus jika dirawat di rumah sakit.

4. Emfisema

  • Definisi: Kerusakan dan robeknya dinding-dinding kantung udara (alveolus) secara berangsur-angsur, yang mengurangi luas permukaan paru-paru untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

  • Ciri-ciri:

    • Sesak napas kronis yang perlahan-lahan memburuk saat beraktivitas fisik.

    • Bentuk dada menjadi cembung membusung (barrel chest).

    • Batuk kronis dan lemas secara terus-menerus.

    • Perubahan warna kebiruan pada bibir dan kuku (sianosis) akibat kekurangan oksigen.

  • Cara Mencegah:

    • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok pasif.

    • Menggunakan alat pelindung diri (masker/respirator) di lingkungan kerja yang berdebu atau terpapar polusi kimia.

  • Cara Mengatasi:

    • Penggunaan obat bronkodilator dan kortikosteroid untuk membuka saluran napas.

    • Terapi oksigen medis jangka panjang.

    • Program rehabilitasi paru dan operasi pembedahan/transplantasi paru pada kasus yang sangat berat.

5. Bronkitis

  • Definisi: Peradangan pada lapisan saluran utama yang menuju ke paru-paru (bronkus), yang dapat bersifat akut (akibat infeksi virus/bakteri) atau kronis (akibat iritasi jangka panjang).

  • Ciri-ciri:

    • Batuk persisten yang menghasilkan dahak tebal (berwarna jernih, putih, kuning, atau hijau).

    • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada.

    • Sesak napas ringan dan napas berbunyi.

    • Demam ringan dan tubuh terasa lemas.

  • Cara Mencegah:

    • Menghindari kebiasaan merokok dan tempat bersuhu lembap/berdebu.

    • Menggunakan masker di tempat berpolusi.

    • Dapatkan vaksinasi flu harian/tahunan.

  • Cara Mengatasi:

    • Banyak minum air putih hangat dan istirahat yang cukup.

    • Mengonsumsi obat ekspektoran (pengencer dahak) atau pereda nyeri.

    • Pemberian antibiotik jika terbukti ada infeksi bakteri sekunder.

6. Faringitis

  • Definisi: Peradangan pada dinding faring (tenggorokan) yang sering disebabkan oleh infeksi virus (seperti flu) atau bakteri.

  • Ciri-ciri:

    • Rasa sakit, perih, atau gatal di tenggorokan.

    • Rasa sangat sakit saat menelan atau berbicara.

    • Tenggorokan tampak kemerahan dan terkadang membengkak.

    • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

  • Cara Mencegah:

    • Rajin mencuci tangan dan menghindari berbagi alat makan/minum dengan orang lain.

    • Hindari merokok dan paparan asap rokok.

  • Cara Mengatasi:

    • Berkumur dengan air garam hangat.

    • Mengonsumsi obat pereda nyeri (parasetamol atau ibuprofen).

    • Pemberian antibiotik jika disebabkan oleh bakteri (seperti Streptococcus).

7. Laringitis

  • Definisi: Peradangan pada laring (kotak suara) tempat pita suara berada, yang memicu pembengkakan pita suara.

  • Ciri-ciri:

    • Suara menjadi serak, parau, atau bahkan hilang sama sekali.

    • Tenggorokan terasa kering, gatal, dan tidak nyaman.

    • Batuk kering yang mengganggu.

  • Cara Mencegah:

    • Hindari berteriak atau menggunakan suara secara berlebihan dalam waktu lama.

    • Cukupi asupan cairan harian dan hindari alkohol/kafein yang memicu dehidrasi.

  • Cara Mengatasi:

    • Mengistirahatkan suara (mengurangi bicara dan hindari berbisik).

    • Menggunakan pelembap udara (humidifier) di dalam ruangan.

    • Mengonsumsi permen pelega tenggorokan dan minum air hangat.

8. Pleuritis

  • Definisi: Peradangan pada selaput pembungkus paru-paru (pleura) yang menyebabkan kedua lapisan selaput saling bergesekan.

  • Ciri-ciri:

    • Nyeri tajam seperti ditusuk di area dada saat bernapas dalam, batuk, atau bersin.

    • Sesak napas karena pasien menahan diri agar tidak bernapas terlalu dalam.

    • Demam dan batuk kering.

  • Cara Mencegah:

    • Mencegah dan mengobati infeksi paru-paru dasar (seperti TBC dan pneumonia) secara cepat dan tuntas.

  • Cara Mengatasi:

    • Penanganan terhadap penyakit utama penyebab timbulnya pleuritis.

    • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk meredakan nyeri dada dan peradangan.

    • Prosedur penyedotan cairan (torasentesis) jika terdapat penumpukan cairan di rongga pleura (efusi pleura).

9. Sinusitis

  • Definisi: Peradangan atau pembengkakan pada jaringan yang melapisi dinding rongga sinus (rongga berisi udara di sekitar hidung dan wajah).

  • Ciri-ciri:

    • Hidung tersumbat dan sulit bernapas.

    • Keluar lendir kental berwarna kuning atau hijau dari hidung/tenggorokan.

    • Nyeri, nyeri tekan, dan pembengkakan di sekitar mata, pipi, dahi, atau hidung.

    • Penurunan daya penciuman dan rasa manis/asin.

  • Cara Mencegah:

    • Mengobati alergi dan flu dengan tepat.

    • Menghindari polusi, asap rokok, dan udara terlalu kering.

    • Rutin membersihkan rongga hidung dengan cairan saline.

  • Cara Mengatasi:

    • Cuci hidung (nasal irigasi) menggunakan larutan saline steril.

    • Penggunaan obat semprot hidung kortikosteroid atau dekongestan.

    • Kompres hangat pada area wajah yang terasa nyeri.

    • Pemberian antibiotik jika sinusitis berlangsung lama akibat infeksi bakteri.

10. Tonsilitis

  • Definisi: Peradangan pada tonsil (amandel), yaitu dua kelenjar getah bening di dinding belakang tenggorokan, akibat infeksi virus atau bakteri.

  • Ciri-ciri:

    • Amandel membengkak, berwarna merah, dan terkadang memiliki lapisan atau bercak putih/kuning.

    • Nyeri hebat saat menelan.

    • Demam tinggi dan sakit kepala.

    • Bau mulut (halitosis) dan leher terasa kaku.

  • Cara Mencegah:

    • Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama mencuci tangan.

    • Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit tenggorokan.

    • Mengganti sikat gigi secara berkala.

  • Cara Mengatasi:

    • Istirahat yang cukup dan perbanyak asupan cairan.

    • Mengonsumsi obat penurun demam dan anti-nyeri.

    • Pemberian antibiotik jika infeksi disebabkan oleh bakteri.

    • Pembedahan pengangkatan amandel (tonsilektomi) jika tonsilitis sering berulang atau menyumbat saluran napas.

11. Kanker Paru-Paru

  • Definisi: Pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali di dalam jaringan paru-paru yang merusak fungsi organ pernapasan.

  • Ciri-ciri:

    • Batuk kronis yang tak kunjung sembuh atau bertambah parah seiring waktu.

    • Batuk disertai darah (hemoptisis).

    • Sesak napas hebat dan suara menjadi serak.

    • Nyeri dada yang tajam dan menetap.

    • Penurunan berat badan dan drastis tanpa alasan yang jelas.

  • Cara Mencegah:

    • Hindari merokok dan jauhi lingkungan berasap rokok.

    • Gunakan masker/respirator saat bekerja di industri berkarsinogen (seperti asbes, radon, atau bahan kimia berat).

  • Cara Mengatasi:

    • Operasi pembedahan untuk mengangkat jaringan tumor/kanker.

    • Kemoterapi dan radioterapi untuk membunuh sel kanker.

    • Terapi target dan imunoterapi sesuai dengan stadium dan jenis sel kankernya.

12. Influenza (Flu)

  • Definisi: Infeksi virus akut pada saluran pernapasan (hidung, tenggorokan, dan paru-paru) yang disebabkan oleh Influenza virus.

  • Ciri-ciri:

    • Demam tinggi mendadak (sering di atas 38°C) dan menggigil.

    • Nyeri otot, sendi, dan pegal-pegal di seluruh tubuh.

    • Sakit kepala berat dan badan terasa sangat lemas/lelah.

    • Batuk kering, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.

  • Cara Mencegah:

    • Mendapatkan vaksinasi flu tahunan.

    • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

    • Menggunakan masker di tempat umum atau keramaian.

  • Cara Mengatasi:

    • Istirahat total (bed rest) dan mencukupi asupan cairan harian.

    • Mengonsumsi obat pereda gejala (seperti parasetamol dan dekongestan).

    • Pemberian obat antivirus (seperti oseltamivir) jika terdiagnosis sejak awal oleh dokter.



10 Penyakit dan gangguan Pencernaan yang sering keluar TKAD IPA

Berikut ini adalah  10  Ganguan pencernaan yang sering keluar  dalam ujian 

 

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

  • Definisi: Kondisi kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) akibat melemahnya otot katup sfingter esofagus bagian bawah.

  • Ciri-ciri:

    • Sensasi terbakar di dada (heartburn) yang sering memburuk setelah makan atau saat berbaring.

    • Mulut terasa asam atau pahit.

    • Kesulitan menelan (disfagia) atau terasa ada ganjalan di tenggorokan.

    • Batuk kering kronis dan suara serak.

  • Cara Mencegah:

    • Hindari makanan pedas, berlemak, tinggi kafein, cokelat, dan alkohol.

    • Jangan langsung berbaring setelah makan (tunggu minimal 2–3 jam).

    • Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat di bagian perut.

    • Jaga berat badan tetap ideal.

  • Cara Mengatasi:

    • Konsumsi obat penetral atau penekan asam lambung (seperti antasida, H2 blocker, atau Proton Pump Inhibitor / PPI).

    • Tidur dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi.

    • Operasi (seperti fundoplikasi) jika penanganan obat tidak efektif.

2. Gastritis (Maag)

  • Definisi: Peradangan, iritasi, atau pengikisan pada lapisan pelindung dinding lambung.

  • Ciri-ciri:

    • Nyeri ulu hati atau rasa panas perih di perut bagian atas.

    • Mual, muntah, dan perut terasa kembung.

    • Rasa cepat kenyang saat makan.

    • Kehilangan nafsu makan.

  • Cara Mencegah:

    • Makan secara teratur dengan porsi kecil namun sering.

    • Batasi konsumsi makanan terlalu asam, pedas, dan berminyak.

    • Kelola stres dengan baik.

    • Batasi penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen atau aspirin).

  • Cara Mengatasi:

    • Konsumsi antasida, obat penghambat asam (PPI), atau pelindung mukosa lambung.

    • Konsumsi antibiotik jika gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.

    • Hentikan konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok.

3. Tukak Lambung (Peptic Ulcer)

  • Definisi: Luka terbuka yang berkembang pada lapisan dalam dinding lambung atau usus halus bagian atas (duodenum).

  • Ciri-ciri:

    • Nyeri perih tajam di perut yang memburuk saat perut kosong (terutama malam hari).

    • Perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman.

    • Mual dan muntah (pada kasus berat dapat berupa muntah berwarna hitam seperti kopi).

    • Tinja berwarna hitam pekat (melena).

  • Cara Mencegah:

    • Hindari penggunaan obat antinyeri NSAID tanpa pengawasan dokter.

    • Hindari konsumsi alkohol dan hindari merokok.

    • Jaga kebersihan makanan dan air untuk menghindari infeksi H. pylori.

  • Cara Mengatasi:

    • Terapi kombinasi antibiotik untuk membunuh infeksi bakteri H. pylori.

    • Obat penghambat asam lambung dosis tinggi (seperti omeprazole atau lansoprazole).

    • Penggunaan obat pelindung dinding lambung (seperti sukralfat).

4. Apendisitis (Radang Usus Buntu)

  • Definisi: Peradangan akut pada apendiks (usus buntu), yaitu kantung berbentuk tabung kecil yang menempel pada usus besar.

  • Ciri-ciri:

    • Nyeri mendadak yang bermula di sekitar pusar lalu berpindah dan menetap di perut kanan bawah.

    • Nyeri memburuk saat batuk, bersin, berjalan, atau ditekan.

    • Demam ringan, mual, muntah, serta kehilangan nafsu makan.

  • Cara Mencegah:

    • Tingkatkan konsumsi makanan tinggi serat (buah, sayur, gandum) untuk mencegah penumpukan feses keras (fekalit) yang menyumbat usus buntu.

    • Minum air putih yang cukup.

  • Cara Mengatasi:

    • Prosedur bedah pengangkatan usus buntu (apendektomi).

    • Pemberian antibiotik melalui infus sebelum dan sesudah operasi.

5. Hemoroid (Wasir / Ambeien)

  • Definisi: Pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah vena di area rektum bagian bawah atau anus.

  • Ciri-ciri:

    • Keluar darah segar yang menetes dari anus saat atau setelah buang air besar tanpa rasa sakit mendalam.

    • Rasa gatal, iritasi, atau nyeri di sekitar area anus.

    • Muncul benjolan yang keluar dari anus (bisa masuk sendiri atau harus didorong kembali).

  • Cara Mencegah:

    • Perbanyak konsumsi makanan berserat dan minum air putih yang cukup.

    • Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar.

    • Hindari duduk terlalu lama di toilet.

    • Jangan menahan keinginan untuk buang air besar.

  • Cara Mengatasi:

    • Rendam area anus dalam air hangat (sitz bath) selama 10–15 menit.

    • Penggunaan salep atau supositoria khusus wasir.

    • Prosedur medis seperti ligasi pita karet, skleroterapi, atau operasi (hemoroidektomi) jika benjolan sudah parah.

6. Kolelitiasis (Batu Empedu)

  • Definisi: Pembentukan endapan padat (terutama dari kristal kolesterol atau bilirubin) di dalam kantung empedu.

  • Ciri-ciri:

    • Nyeri tajam dan mendadak di perut kanan atas atau ulu hati yang bisa menjalar ke bahu kanan/punggung.

    • Nyeri biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak.

    • Mual, muntah, dan perut terasa kembung.

    • Kulit dan mata menguning (jaundice) jika batu menyumbat saluran empedu utama.

  • Cara Mencegah:

    • Batasi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol.

    • Pertahankan berat badan ideal (hindari diet ekstrem yang menurunkan berat badan terlalu drastis).

    • Rutin berolahraga.

  • Cara Mengatasi:

    • Operasi pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi) secara laparoskopi atau bedah terbuka.

    • Terapi obat pelarut batu empedu (untuk batu kecil ber bahan kolesterol pada pasien yang tidak bisa dioperasi).

7. Pankreatitis

  • Definisi: Peradangan pada organ pankreas yang berperan dalam menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin.

  • Ciri-ciri:

    • Nyeri hebat di perut bagian atas yang menjalar hingga ke punggung.

    • Demam, denyut nadi cepat, dan mual muntah.

    • Perut terasa bengkak dan sensitif terhadap sentuhan.

    • Tinja tampak berminyak dan berbau sangat menyengat (pada pankreatitis kronis).

  • Cara Mencegah:

    • Hindari atau hentikan konsumsi alkohol.

    • Jaga kadar trigliserida dan kolesterol darah agar tetap normal.

    • Segera obati masalah batu empedu sebelum menyumbat saluran pankreas.

  • Cara Mengatasi:

    • Rawat inap medis untuk pemberian cairan IV dan obat pereda nyeri dosis kuat.

    • Puasa sementara agar pankreas dapat beristirahat dan pulih.

    • Penanganan penyebab dasar (seperti pembersihan saluran empedu atau penghentian alkohol).

8. Sirosis Hati

  • Definisi: Tahap akhir peradangan hati kronis yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) luas yang menggantikan sel-sel hati sehat secara permanen.

  • Ciri-ciri:

    • Rasa lelah dan lemas yang luar biasa.

    • Pembengkakan pada perut (asites) dan tungkai kaki (edema).

    • Kulit dan bagian putih mata berwarna kuning (jaundice).

    • Mudah memar dan berdarah.

    • Gatal-gatal pada kulit dan kehilangan berat badan secara drastis.

  • Cara Mencegah:

    • Hindari konsumsi minuman beralkohol.

    • Dapatkan vaksinasi Hepatitis B.

    • Hindari berbagi jarum suntik atau barang pribadi (seperti pisau cukur) untuk mencegah Hepatitis C.

    • Jaga berat badan untuk mencegah perlemakan hati (fatty liver).

  • Cara Mengatasi:

    • Pengobatan difokuskan untuk memperlambat kerusakan organ dan mengatasi komplikasi.

    • Pembatasan asupan garam dan pemberian obat diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan.

    • Transplantasi hati pada kasus sirosis stadium akhir (end-stage).

9. Hepatitis

  • Definisi: Peradangan pada organ hati yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus (Hepatitis A, B, C, D, atau E), zat beracun, obat-obatan, atau reaksi autoimun.

  • Ciri-ciri:

    • Demam ringan, lemas, dan nyeri otot/sendi.

    • Mual, muntah, dan hilang nafsu makan.

    • Urine berwarna gelap seperti teh pekat.

    • Tinja berwarna pucat atau keabu-abuan.

    • Perubahan warna kuning pada mata dan kulit.

  • Cara Mencegah:

    • Imunisasi/vaksinasi Hepatitis A dan B.

    • Menjaga kebersihan makanan dan air minum.

    • Menerapkan perilaku seks yang aman.

    • Tidak berbagi jarum suntik, alat tato, atau barang pribadi tajam.

  • Cara Mengatasi:

    • Hepatitis A & E: Istirahat total, nutrisi tinggi, dan hidrasi memadai (biasanya sembuh sendiri).

    • Hepatitis B & C: Pemberian obat antivirus jangka panjang untuk menekan perkembangan virus.

    • Menghindari obat-obatan atau zat yang membebani kerja organ hati.

10. Konstipasi (Sembelit)

  • Definisi: Gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang berkurang (kurang dari 3 kali seminggu) atau feses yang keras dan sulit dikeluarkan.

  • Ciri-ciri:

    • Feses keras, kering, atau bergumpal.

    • Perlu mengejan ekstra keras saat buang air besar.

    • Rasa tidak tuntas setelah buang air besar.

    • Sensasi adanya sumbatan di area rektum.

  • Cara Mencegah:

    • Konsumsi cukup makanan tinggi serat (sayur, buah, kacang-kacangan, dan gandum utuh).

    • Minum air putih minimal 2 liter (8 gelas) sehari.

    • Rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga.

    • Jangan menahan keinginan buang air besar.

  • Cara Mengatasi:

    • Meningkatkan asupan serat dan cairan secara mendadak.

    • Menggunakan obat pencahar (laksatif) seperti pencahar pembentuk serat, pelembut feses, atau perangsang pergerakan usus sesuai anjuran dokter/apoteker.

    • Membiasakan jadwal buang air besar yang teratur.


Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2017. Guru SD Jogja - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team