- Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
- Pelestarian In-situ: Perlindungan flora dan fauna di dalam habitat aslinya (contoh: Taman Nasional, Hutan Lindung).
- Pelestarian Eks-situ: Perlindungan flora dan fauna di luar habitat aslinya (contoh: Kebun Binatang, Kebun Raya).
- Taman Nasional: Kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli dan dikelola untuk penelitian, ilmu pengetahuan, serta pariwisata.
- Cagar Alam: Kawasan suaka alam yang melindungi tumbuhan, hewan, dan ekosistem khas secara alami.
- Suaka Margasatwa: Kawasan suaka alam yang khusus melindungi hewan langka atau terancam punah.
- Hutan Lindung: Hutan yang difungsikan untuk menjaga tata air, mencegah banjir dan erosi, serta memelihara kesuburan tanah.
- Reboisasi: Penghijauan kembali atau penanaman pohon pada hutan yang gundul.
- Kawasan Konservasi: Area yang dilindungi hukum untuk menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem.
- Erosi: Pengikisan lapisan tanah atas oleh air, angin, atau es.
- Abrasi: Pengikisan pantai yang disebabkan oleh gelombang air laut.
- Deforestasi: Penebangan atau penggundulan hutan secara besar-besaran.
- Pencemaran (Polusi): Masuknya zat, energi, atau komponen berbahaya ke dalam lingkungan yang menurunkan kualitasnya.
- Polutan: Zat atau bahan yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.
- Efek Rumah Kaca: Proses pemanasan alami bumi akibat gas-gas tertentu di atmosfer menahan panas matahari.
- Pemanasan Global (Global Warming): Peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat meningkatnya gas rumah kaca.
- Efek Eutrofikasi: Penumpukan nutrisi berlebih di perairan yang menyebabkan pertumbuhan pesat enceng gondok atau alga.
- Hujan Asam: Hujan yang memiliki tingkat keasaman tinggi (pH rendah) akibat polusi udara gas sulfur/nitrogen.
- SDA Hayati: Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup (tumbuhan dan hewan).
- SDA Non-Hayati: Sumber daya alam yang berasal dari benda mati (air, tanah, batu, barang tambang).
- SDA Dapat Diperbarui: Sumber daya alam yang tidak akan habis karena bisa dibentuk kembali oleh alam (air, udara, tumbuhan).
- SDA Tidak Dapat Diperbarui: Sumber daya alam yang jumlahnya terbatas dan akan habis jika dipakai terus-menerus (minyak bumi, batu bara, emas).
- Energi Alternatif: Sumber energi terbarukan yang digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil (contoh: energi surya, angin, air).
- Geotermal: Panas bumi yang dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
- Biomassa: Bahan organik dari tumbuhan atau limbah hewan yang digunakan sebagai bahan baar.
- Biofuel: Bahan bakar hayati cair yang dibuat dari tanaman (contoh: biodiesil dari kelapa sawit).
- Biogas: Gas ramah lingkungan yang dihasilkan dari fermentasi kotoran ternak atau sampah organik.
- Reduce (Mengurangi): Tindakan menghemat atau mengurangi penggunaan barang sekali pakai atau potensi sampah.
- Reuse (Menggunakan Kembali): Memakai kembali barang-barang yang masih layak pakai tanpa mengubah bentuknya.
- Recycle (Mendaur Ulang): Mengolah kembali barang bekas atau sampah menjadi barang baru yang bermanfaat.
- Replace (Mengganti): Mengganti barang berbahan merusak lingkungan dengan yang ramah lingkungan (misal: kantong kain menggantikan plastik).
- Sampah Organik: Sampah yang mudah terurai oleh mikroorganisme (sisa makanan, daun kering).
- Sampah Anorganik: Sampah yang sulit atau tidak bisa terurai secara alami (plastik, kaca, kaleng).
- Kompos: Pupuk alami yang dihasilkan dari penguraian sampah organik.
- Terasering (Sengkedan): Sistem penanaman bertingkat di lahan miring untuk mencegah erosi tanah.
- Biopori: Lubang silindris tegak lurus yang dibuat di dalam tanah untuk meningkatkan daya resap air dan mengolah sampah organik menjadi kompos.
- Eko Enzim: Cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik (seperti sisa buah dan sayur) bersama gula dan air yang ramah lingkungan.
- Bantaran Sungai: Lahan atau daratan di bagian kiri dan kanan sepanjang aliran sungai yang berfungsi sebagai ruang luapan air sungai saat debit meningkat.
- Hulu: Bagian awal atau daerah asal aliran sungai yang biasanya berada di wilayah pegunungan atau dataran tinggi.
- Hilir: Bagian akhir dari aliran sungai tempat air bermuara menuju laut atau danau.
- Rotasi Tanaman: Praktik menanam berbagai jenis tanaman secara bergantian di lahan yang sama sesuai musim untuk menjaga kesuburan tanah dan memutus siklus hama.
- Tumpang Sari: Metode bercocok tanam dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman yang berbeda secara bersamaan di satu area lahan.
- Tanaman Perdu: Tumbuhan berkayu yang memiliki banyak cabang di dekat permukaan tanah dan memiliki tinggi relatif pendek (kurang dari 6 meter).
- Reklamasi: Kegiatan pemulihan atau pemanfaatan lahan yang rusak, bekas tambang, atau area perairan/pantai menjadi lahan baru yang produktif dan aman.
- Air Limpasan: Air hujan yang tidak dapat meresap ke dalam tanah sehingga mengalir di atas permukaan tanah menuju sungai atau saluran air.
- Insektisida: Pestisida yang digunakan untuk memberantas hama serangga (contoh: ulat, belalang, nyamuk, kutu daun).
- Fungisida: Pestisida yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan pertumbuhan jamur/fungi parasit pada tanaman.
- Herbisida: Pestisida yang digunakan untuk membasmi gulma atau tanaman pengganggu (contoh: rumput liar, alang-alang).
- Rodentisida: Pestisida yang dirancang khusus untuk mengendalikan hama hewan pengerat (contoh: tikus).
- Bakterisida: Pestisida yang digunakan untuk membasmi bakteri penyebab penyakit pada tanaman.
- Pestisida Kimia (Sintetis): Pestisida berbahan dasar zat kimia buatan yang berdaya racun tinggi dan lambat terurai di alam.
- Pestisida Nabati (Organik): Pestisida yang dibuat dari ekstrak tumbuhan (seperti daun mimba, tembakau, atau serai) yang lebih ramah lingkungan dan mudah terurai.
- Mina Tani (Minapadi): Sistem budidaya campuran yang mengombinasikan kegiatan pertanian dan perikanan secara bersamaan di lahan yang sama (contoh: memelihara ikan di genangan air sawah bersamaan dengan penanaman padi)
- Intensifikasi Pertanian: Upaya meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan pengolahan lahan yang sudah ada melalui penerapan teknologi dan teknik pertanian modern (seperti penggunaan bibit unggul, pemupukan teratur, irigasi yang baik, dan pemberantasan hama)
- Ekstensifikasi Pertanian: Upaya meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas area atau lahan pertanian baru (seperti membuka hutan, rawa, atau lahan kosong menjadi sawah/ladang).

