Yuk, tsahabat SDN Karangsrasi yang suka berpetualang, tahu tidak kalau di dalam tubuh kita ada "baju super heba"t bernama rangka? Tanpa tulang-tulang keren ini, kita tidak akan bisa berdiri tegak, berlari kencang, atau melompat tinggi saat bermain, lho! Setiap kali kamu tersenyum atau menggerakkan jari tanganmu, ada kerja sama seru antara tulang dan sendimu yang sedang beraksi. Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita mulai petualangan seru mendalami rahasia tubuh kita, pelajari bagian-bagian rangkamu, dan cari tahu cara menjaga raksasa pelindung di dalam tubuhmu ini agar tetap kuat dan sehat. Sahabat karangsari berikut adalah ringkasan lengkap mengenai sistem rangka, sendi, serta gangguan dan cara pencegahannya. Ringkasan ini dibuat terstruktur agar mudah dipahami dan dipelajari.
1. Fungsi Sistem Rangka
Sistem rangka pada manusia memiliki beberapa fungsi utama yang krusial bagi tubuh:
Penopang dan Pembentuk Tubuh: Memberikan bentuk tubuh dan menjaga agar kita bisa berdiri tegak.
Pelindung Organ Dalam: Melindungi organ-organ vital seperti otak (dilindungi tengkorak), jantung, dan paru-paru (dilindungi tulang rusuk).
Alat Gerak Pasif: Menjadi tempat melekatnya otot rangka (alat gerak aktif) sehingga tubuh bisa digerakkan.
Tempat Pembentukan Sel Darah: Terjadi di dalam sumsum tulang merah.
Tempat Penyimpanan Mineral: Menyimpan cadangan kalsium dan fosfor.
2. Bagian-Bagian Rangka Manusia
Rangka manusia dewasa terdiri dari sekitar 206 tulang yang dibagi menjadi dua kelompok besar:
A. Rangka Aksial (Poros Tubuh)
Tulang Tengkorak: Melindungi otak dan membentuk wajah.
Tulang Belakang (Vertebrae): Menopang tubuh dan melindungi sumsum tulang belakang.
Tulang Rusuk dan Tulang Dada: Membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru.
B. Rangka Apendikular (Anggota Gerak)
Gelang Bahu dan Anggota Gerak Atas: Tulang selangka, belikat, lengan atas (humerus), pengumpil (radius), dan hasta (ulna).
Gelang Panggul: Menghubungkan tulang belakang dengan anggota gerak bawah.
Anggota Gerak Bawah: Tulang paha (femur), tempurung lutut (patela), kering (tibia), betis (fibula), serta tulang pergelangan dan jari kaki.
3. Jenis-Jenis Tulang
Tulang dapat dikelompokkan berdasarkan jaringan penyusunnya dan bentuknya.
Berdasarkan Jaringan Penyusun
Tulang Keras (Osteon): Bersifat kaku dan padat, kaya akan kalsium dan fosfor. Contoh: Tulang paha, tulang lengan.
Tulang Rawan (Kartilago): Bersifat lentur karena mengandung banyak kolagen. Contoh: Daun telinga, cuping hidung, dan ujung tulang persendian.
Berdasarkan Bentuk
Tulang Pipa (Panjang): Berbentuk silinder dan berongga. Contoh: Tulang paha, tulang lengan atas.
Tulang Pipih: Berbentuk lempengan pipih untuk perlindungan. Contoh: Tulang tengkorak, tulang belikat.
Tulang Pendek: Berbentuk bulat atau kubus. Contoh: Tulang pergelangan tangan dan kaki.
Tulang Tidak Beraturan: Bentuknya kompleks tidak menentu. Contoh: Tulang belakang, tulang wajah.
4. Sendi
Sendi adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya pergerakan. Berdasarkan sifat geraknya, sendi dibagi menjadi tiga:
Sendi Mati/ Sinartrosis : Tidak memungkinkan adanya gerakan. Contoh: Hubungan antartulang tengkorak (sutura).
Sendi Kaku/Amfiartrosis : Memungkinkan gerakan yang terbatas. Contoh: Hubungan antarruas tulang belakang.
Sendi Gerak/Diartrosis : Memungkinkan gerakan bebas.
Jenis-Jenis Sendi Gerak (Diartrosis):
Sendi Engsel: Gerakan satu arah (seperti pintu). Contoh: Siku dan lutut.
Sendi Peluru: Gerakan ke segala arah. Contoh: Hubungan tulang lengan atas dengan gelang bahu.
Sendi Pelana: Gerakan dua arah (seperti orang naik pelana). Contoh: Sendi pada pangkal ibu jari.
Sendi Putar: Gerakan berputar di mana satu tulang mengitari tulang lain. Contoh: Sendi antara tulang leher pertama dan tulang tengkorak.
Sendi Geser: Gerakan bergeser datar. Contoh: Sendi antar tulang pergelangan tangan.
5. Kelainan, Penyakit, dan Cara Pencegahannya
| Kelainan / Penyakit | Deskripsi | Cara Pencegahan / Penanganan |
| Osteoporosis | Pengeroposan tulang akibat kekurangan kalsium, membuat tulang rapuh dan mudah patah. | Konsumsi makanan kaya kalsium dan Vitamin D, serta olahraga beban secara teratur. |
| Genu vakum dan Genu verum | Gangguan pertumbuhan tulang pada anak akibat kekurangan Vitamin D, menyebabkan kaki berbentuk O atau X. | Berjemur di matahari pagi dan mencukupi asupan Vitamin D serta kalsium. |
| Artritis (Rematik/Gout) | Peradangan pada sendi yang menyebabkan nyeri, kaku, dan bengkak. | Menjaga berat badan ideal, membatasi makanan tinggi purin (untuk asam urat), dan tetap aktif bergerak. |
| Skoliosis | Kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping (seperti huruf S atau C). | Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk/berdiri, menghindari membawa beban terlalu berat di satu sisi bahu. |
| Lordosis | Kelainan tulang belakang yang melengkung berlebihan ke arah depan di area pinggang. | Melatih otot inti tubuh (core muscles) dan menjaga berat badan agar tidak membebani pinggang. |
| Kifosis | Kelainan tulang belakang yang melengkung ke belakang secara berlebihan (bungkuk). | Membiasakan posisi duduk yang tegak dan tidak terlalu membungkuk saat membaca atau bermain gadget. |
| Fraktura / Fisura | Patah tulang (fraktura) atau retak tulang (fisura) akibat benturan keras/kecelakaan. | Berhati-hati dalam berkendara atau beraktivitas, menggunakan alat pelindung diri. |
Untuk LKPD latihan bisa download gambar berikut ini! live woksheet online silahkan klik link berikut ini
kelainan dan jenis jensi sendi bisa di link berikut ini1


0 komentar:
Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan