Home » , , » SIAP TKA IPA Kelas 6 : Macam Simbiosis ( huungan antar mahkluk hidup) dan contohnya

SIAP TKA IPA Kelas 6 : Macam Simbiosis ( huungan antar mahkluk hidup) dan contohnya

1

\

Indikator ini meminta Anda menjelaskan

1. Simbiosis Mutualisme (Saling Menguntungkan)

Definisi: Hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda spesies di mana kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan (untung + untung). Tidak ada pihak yang dirugikan dalam interaksi ini. Kata Kunci: Saling menguntungkan.

Hubungan di mana kedua belah pihak mendapatkan keuntungan.

Contoh HubunganKeuntungan Pihak AKeuntungan Pihak B
Kupu-kupu / Lebah dengan BungaMendapatkan nektar (makanan).Terbantu dalam proses penyerbukan.
Burung Jalak dengan KerbauMendapatkan makanan berupa kutu.Badannya menjadi bersih dan bebas dari kutu.
Anemon Laut dengan Ikan BadutMendapat sisa makanan dan terlindung dari predator oleh ikan badut.Mendapat tempat berlindung dari predator di antara tentakel anemon yang beracun.
Bakteri Rhizobium dengan Akar Tanaman PolongMendapat tempat tinggal dan nutrisi dari tanaman.Membantu mengikat nitrogen bebas dari udara untuk kesuburan tanaman.

 

Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai alasan mengapa hubungan makhluk hidup pada masing-masing gambar di atas dikategorikan sebagai Simbiosis Mutualisme (hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak):

1. Kupu-Kupu dan Bunga

  • Mengapa Mutualisme? Karena kedua makhluk hidup ini saling memberikan keuntungan yang mendukung kelangsungan hidup satu sama lain.

  • Keuntungan bagi Kupu-kupu: Kupu-kupu mendapatkan nektar (cairan manis pada bunga) sebagai sumber makanan utamanya.

  • Keuntungan bagi Bunga: Saat kupu-kupu hinggap dan mengisap nektar, serbuk sari akan menempel pada kaki atau tubuh kupu-kupu. Ketika kupu-kupu terbang ke bunga lain, serbuk sari tersebut akan jatuh ke kepala putik, sehingga membantu proses penyerbukan (reproduksi) bunga.

2. Ikan Badut dan Anemon Laut

  • Mengapa Mutualisme? Keduanya saling memberikan perlindungan dan nutrisi di lingkungan terumbu karang yang keras.

  • Keuntungan bagi Ikan Badut: Ikan badut memiliki lapisan lendir khusus yang membuatnya kebal terhadap sengatan beracun tentakel anemon. Oleh karena itu, ia bisa menjadikan anemon sebagai tempat tinggal yang aman dari kejaran ikan predator lain yang takut pada sengatan anemon.

  • Keuntungan bagi Anemon Laut: Ikan badut yang aktif bergerak membantu membersihkan anemon dari parasit, memberikan sisa-sisa makanannya sebagai nutrisi bagi anemon, serta mengusir ikan pemakan anemon (seperti butterflyfish).

3. Bakteri Rhizobium dan Akar Tanaman Polong

  • Mengapa Mutualisme? Ini adalah kerja sama tingkat seluler/kimiawi yang sangat penting untuk pertumbuhan masing-masing.

  • Keuntungan bagi Bakteri Rhizobium: Bakteri ini mendapatkan tempat tinggal (berupa bintil-bintil akar) serta mendapatkan nutrisi dan karbohidrat hasil fotosintesis dari tanaman polong-polongan.

  • Keuntungan bagi Tanaman Polong: Tumbuhan tidak bisa menyerap nitrogen langsung dari udara bebas. Bakteri Rhizobium memiliki kemampuan untuk mengikat (fiksasi) nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk zat yang bisa diserap oleh tanaman, sehingga tanaman tumbuh dengan subur.

4. Burung Oxpecker (Jalak) dan Kerbau/Bufalo

  • Mengapa Mutualisme? Hubungan ini memadukan kebutuhan makanan bagi burung dan kebutuhan kebersihan bagi mamalia besar.

  • Keuntungan bagi Burung Oxpecker: Mendapatkan sumber makanan yang melimpah berupa kutu, caplak, lalat, dan parasit lain yang menempel di kulit kerbau.

  • Keuntungan bagi Kerbau: Badannya menjadi bersih dan terbebas dari rasa gatal serta penyakit yang disebabkan oleh parasit kulit. Selain itu, burung oxpecker sering mengeluarkan suara peringatan jika ada predator (seperti singa) yang mendekat, sehingga kerbau bisa waspada.

5. Semut Pemotong Daun (Leafcutter Ants) dan Jamur/Fungi

  • Mengapa Mutualisme? Hubungan ini seperti sistem pertanian alami, di mana semut bertindak sebagai petani dan jamur sebagai hasil panennya.

  • Keuntungan bagi Semut: Semut tidak memakan daun yang mereka potong, melainkan membawanya ke sarang untuk diberikan kepada jamur. Semut kemudian memakan bagian khusus dari jamur tersebut yang kaya akan nutrisi.

  • Keuntungan bagi Jamur: Jamur mendapatkan pasokan makanan (daun segar) secara terus-menerus dari semut, terlindung dari hama/bakteri lain karena dirawat oleh semut, dan dapat berkembang biak dengan aman di dalam sarang semut.

6. Protozoa (Trichonympha) dan Rayap

  • Mengapa Mutualisme? Rayap memakan kayu, tetapi secara biologis lambung rayap tidak bisa mencerna zat selulosa (serat keras) yang ada pada kayu tanpa bantuan mikroorganisme ini.

  • Keuntungan bagi Protozoa: Mendapatkan tempat tinggal yang aman di dalam saluran pencernaan rayap serta mendapatkan pasokan makanan mentah (kunyahan kayu) secara teratur.

  • Keuntungan bagi Rayap: Protozoa di dalam ususnya menghasilkan enzim selulase yang mampu mengubah serat kayu menjadi gula/energi yang dapat diserap oleh tubuh rayap. Tanpa protozoa ini, rayap akan mati kelaparan meskipun perutnya penuh dengan kayu.

2. Simbiosis Parasitisme (Satu Untung, Satu Rugi)

Definisi: Hubungan antara dua makhluk hidup di mana satu pihak mendapatkan keuntungan (parasit), sedangkan pihak yang lain mengalami kerugian atau disakiti (inang) (untung + rugi). Jika dibiarkan terus-menerus, pihak yang dirugikan bisa lemas, sakit, bahkan mati . Kata Kunci: Satu untung, satu dirugikan.

Contoh HubunganPihak yang Diuntungkan (Alasan)Pihak yang Dirugikan (Alasan)
Benalu pada Pohon ManggaBenalu menyerap air dan zat hara dari batang pohon mangga.Pohon mangga kekurangan nutrisi dan bisa kurus/mati.
Tali Putri pada Tanaman BeluntasTali putri menyerap hasil fotosintesis secara langsung dari inang.Tanaman beluntas kehilangan hasil makanannya.
Nyamuk pada ManusiaNyamuk mengisap darah manusia untuk nutrisi telurnya.Manusia kehilangan darah, gatal, dan berisiko terkena penyakit (DBD/Malaria).
Cacing Pita di Usus ManusiaCacing menyerap sari-sari makanan di usus.Manusia mengalami gizi buruk dan lemas.

 

 Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai alasan mengapa hubungan makhluk hidup pada masing-masing gambar di atas dikategorikan sebagai

1. Kutu Rambut pada Manusia

  • Mengapa Parasitisme? Hubungan ini merugikan manusia secara fisik karena aktivitas kutu yang hidup di area kepala.

  • Pihak yang Diuntungkan (Kutu): Mendapatkan tempat tinggal yang hangat di kulit kepala dan memperoleh makanan dengan cara menghisap darah manusia.

  • Pihak yang Dirugikan (Manusia): Kehilangan darah, mengalami rasa gatal yang luar biasa, terjadi iritasi kulit, hingga risiko infeksi akibat garukan.

2. Lamprey Laut pada Ikan

  • Mengapa Parasitisme? Lamprey laut bertindak sebagai ektoparasit (parasit luar) yang menyerang ikan-ikan di air secara brutal.

  • Pihak yang Diuntungkan (Lamprey): Menggunakan mulutnya yang bulat tajam seperti mangkuk hisap untuk menempel erat pada tubuh ikan, lalu menghisap darah, cairan tubuh, dan merobek daging ikan tersebut sebagai makanannya.

  • Pihak yang Dirugikan (Ikan): Tubuhnya terluka parah, kehilangan banyak darah, melemah, dan sering kali berakhir dengan kematian akibat infeksi sekunder pada luka tersebut.

3. Cacing Pita di Usus Manusia

  • Mengapa Parasitisme? Cacing pita hidup sebagai endoparasit (parasit dalam) yang mencuri hak nutrisi dari tubuh inangnya.

  • Pihak yang Diuntungkan (Cacing Pita): Mendapatkan lingkungan tinggal yang aman di dalam usus dan langsung menyerap sari-sari makanan yang siap dicerna oleh tubuh manusia tanpa harus mengolahnya sendiri.

  • Pihak yang Dirugikan (Manusia): Mengalami kekurangan gizi (malnutrisi), lemas, berat badan turun drastis, serta mengalami kerusakan jaringan usus jika populasinya terlalu banyak.

4. Tali Putri pada Tanaman Beluntas

  • Mengapa Parasitisme? Tali putri adalah tumbuhan parasit obligat (total) yang tidak memiliki klorofil, sehingga tidak bisa berfotosintesis sendiri.

  • Pihak yang Diuntungkan (Tali Putri): Menggunakan organ khusus mirip akar yang disebut haustorium untuk menembus batang tanaman beluntas, lalu menghisap air, mineral, sekaligus hasil fotosintesis dari tanaman inang tersebut.

  • Pihak yang Dirugikan (Tanaman Beluntas): Pertumbuhannya menjadi terhambat, kurus, kering, dan lama-kelamaan akan mati karena seluruh cadangan makanannya habis dikuras.

5. Tungkau (Kutu/Tungau) pada Sayap Ngengat

  • Mengapa Parasitisme? Kehadiran tungau pada bagian tubuh yang vital sangat mengganggu mekanika pertahanan hidup ngengat.

  • Pihak yang Diuntungkan (Tungau): Mendapatkan tempat menempel yang aman dan menghisap cairan tubuh (hemolimpah) dari ngengat untuk kelangsungan hidupnya.

  • Pihak yang Dirugikan (Ngengat): Selain kehilangan cairan tubuh, keberadaan koloni tungau pada sayap merusak keseimbangan terbang dan menghambat transportasi ngengat, membuatnya menjadi sangat mudah ditangkap oleh predator (seperti burung atau kelelawar).

6. Caplak pada Gajah

  • Mengapa Parasitisme? Caplak memanfaatkan lipatan kulit gajah yang sensitif untuk mencari keuntungan sepihak.

  • Pihak yang Diuntungkan (Caplak): Mendapatkan perlindungan di balik lipatan kulit gajah yang tebal dan memperoleh makanan dengan menghisap darah gajah.

  • Pihak yang Dirugikan (Gajah): Mengalami gatal-gatal, luka robek pada kulit akibat gesekan (karena gajah mencoba menggaruknya ke pohon), serta berisiko tinggi tertular berbagai macam penyakit berbahaya atau virus yang dibawa oleh caplak melalui aliran darah.

3. Simbiosis Komensalisme (Satu Untung, Satu Biasa Saja)

Definisi: Hubungan antara dua makhluk hidup di mana satu pihak mendapatkan keuntungan, sedangkan pihak yang lain tidak diuntungkan dan tidak pula dirugikan (untung + netral). Pihak yang tidak terpengaruh biasanya merasa biasa saja atau tidak terganggu.Kata Kunci: Satu untung, satu tidak terpengaruh.

s

Contoh HubunganPihak yang Diuntungkan (Alasan)Pihak yang Tidak Terpengaruh
Tanaman Anggrek pada Pohon ManggaAnggrek mendapat tempat tinggi untuk memperoleh cahaya matahari (fotosintesis).Pohon mangga tidak dirugikan karena anggrek membuat makanannya sendiri (tidak menyerap hara pohon).
Ikan Remora di sekitar Ikan HiuIkan remora mendapat sisa makanan hiu dan perlindungan dari predator.Ikan hiu tidak merasa terganggu atau terbantu oleh kehadiran remora.

Tumbuhan Paku Tanduk Rusa pada Pohon Inang

Paku menempel untuk mendapat posisi tinggi agar terkena sinar matahari.Pohon inang tidak terpengaruh apa-apa.

 

 Berikut 2 adalah penjelasan dan alasan lengkap untuk masing-masing gambar 3 simbiosis komensalisme di atas agar mudah dipahami untuk persiapan ujian 4 TKAD:

1. Tanaman Anggrek dan Pohon Inang

  • Pihak yang diuntungkan: Tanaman Anggrek.

  • Alasan/Tujuan: Anggrek menempel pada batang pohon yang tinggi untuk mendapatkan posisi terbaik dalam meraih cahaya matahari guna proses fotosintesis.

  • Mengapa Komensalisme? 5 Pohon inang tidak dirugikan (tidak kehilangan nutrisi) karena akar 6 anggrek hanya berfungsi untuk menempel, bukan menyerap sari makanan dari 7 pohon tersebut.

2. Teritip (Barnacle) pada Paus

  • Pihak yang diuntungkan: Teritip.

  • Alasan/Tujuan: Teritip menempel pada kulit paus untuk mendapatkan transportasi gratis. Ketika paus berenang, teritip terbawa ke daerah baru yang kaya akan plankton (makanannya).

  • Mengapa Komensalisme? Keberadaan teritip yang kecil tidak membebani, melukai, atau mengganggu pergerakan tubuh paus yang sangat besar.

3. Pseudoscorpion pada Lalat

  • Pihak yang diuntungkan: Pseudoscorpion (sejenis kalajengking semu berukuran sangat kecil).

  • Alasan/Tujuan: Melakukan perilaku bernama phoresy, yaitu menumpang pada tubuh lalat untuk berpindah tempat (migrasi) ke lingkungan baru yang menyediakan lebih banyak makanan.

  • Mengapa Komensalisme? Lalat tidak merasa terbebani atau terhambat terbangnya karena ukuran pseudoscorpion yang teramat kecil dan ringan.

4. Ikan Remora dan Ikan Hiu

  • Pihak yang diuntungkan: Ikan Remora.

  • Alasan/Tujuan: Remora berenang di dekat hiu untuk mendapatkan sisa-sisa makanan yang jatuh dari mulut hiu, sekaligus mendapatkan perlindungan dari ancaman predator lain yang takut pada hiu.

  • Mengapa Komensalisme? Ikan hiu tidak terganggu, tidak merasa kehilangan makanannya, dan tidak juga diuntungkan oleh kehadiran ikan remora.

5. Udang Komensal pada Tanaman Air

  • Pihak yang diuntungkan: Udang Komensal.

  • Alasan/Tujuan: Udang kecil ini memanfaatkan sela-sela daun atau batang tanaman air sebagai tempat berlindung dan bersembunyi dari kejaran ikan-ikan predator.

  • Mengapa Komensalisme? 8 Tanaman air tidak mengalami kerusakan fisik dan proses pertumbuhannya 9 tidak terganggu sama sekali oleh keberadaan udang tersebut.

6. Serangga pada Pohon Mati

  • Pihak yang diuntungkan: Serangga / Kumbang.

  • Alasan/Tujuan: Memanfaatkan batang pohon yang sudah lapuk dan mati sebagai tempat tinggal (sarang) dan sumber makanan dari pelapukan kayu tersebut.

  • Mengapa Komensalisme? Karena pohon tersebut sudah mati, tidak ada jaringan hidup yang dirugikan atau disakiti oleh aktivitas serangga tersebut.

Setelan postingan Label Tidak ada saran yang cocok Dipublikasikan pada 06/07/26 11.31 Permalink Lokasi Opsi Postingan: Edit Postingan lainnya berhasil dimuat.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbitkan oleh Mr-Widi

0 komentar:

Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan

Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2017. Guru SD Jogja - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team