- Jaga bukaan gas stabil: Hindari menarik atau melepas pedal gas secara mendadak dan agresif.
- Kecepatan optimal: Pertahankan kecepatan di kisaran ideal (umumnya 50–80 km/jam), karena melaju terlalu kencang di atas 100 km/jam membuat konsumsi bensin meningkat drastis.
- Matikan mesin saat berhenti lama: Matikan mesin jika berhenti lebih dari 30 hingga 60 detik (misalnya saat kereta lewat atau menunggu lama) untuk menghemat sekitar 15–20% BBM.
- Servis berkala: Lakukan servis rutin (ganti oli, busi, dan pembersihan filter udara) setiap 3 bulan atau 5.000 km agar pembakaran mesin tetap sempurna.
- Kurangi beban berlebih: Singkirkan barang tidak penting di bagasi; tambahan beban 50 kg dapat menaikkan konsumsi bahan bakar hingga 1–2%.
- Gunakan AC dengan bijak: Matikan AC saat tidak terlalu panas atau ketika melewati tanjakan curam yang butuh daya mesin maksimal.
- Gunakan transportasi umum: Manfaatkan layanan seperti KRL, LRT, atau bus umum untuk perjalanan jarak jauh atau ke pusat kota.
- Jalan kaki atau bersepeda: Untuk jarak dekat yang mudah dijangkau, pilih berjalan kaki guna menekan pengeluaran bensin.
- Ganti lampu konvensional ke LED: Lampu LED menggunakan daya 50% hingga 75% lebih sedikit dan jauh lebih tahan lama.
- Manfaatkan cahaya alami: Buka tirai dan jendela pada siang hari agar rumah terang tanpa menyalakan lampu.
- Matikan lampu saat tidak dipakai: Biasakan mematikan lampu di ruangan yang sedang kosong.
- Atur suhu secara bijak: Setel suhu AC pada kisaran yang nyaman (sekitar 22°C–24°C), hindari menyetel terlalu rendah seperti 16°C–18°C.
- Tutup pintu dan jendela: Pastikan ruangan tertutup rapat agar AC tidak bekerja terlalu berat.
- Bersihkan filter rutin: Filter yang kotor membuat AC menyedot lebih banyak daya.
- Cabut steker atau charger: Perangkat yang tetap dicolokkan meski tidak dipakai (vampire power) tetap menyedot listrik dalam jumlah kecil.
- Gunakan mesin cuci dengan muatan penuh: Mencuci sedikit pakaian secara terus-menerus akan memboroskan air dan listrik.
- Bijak menggunakan rice cooker dan dispenser: Cabut kabel rice cooker saat mode menghangatkan tidak diperlukan lagi, atau gunakan termos nasi.
- Atur kulkas: Jangan terlalu sering membuka pintu kulkas dan pastikan sirkulasi udara di belakang kulkas lancar.
- Beralih ke listrik prabayar (token): Sistem pulsa atau token membantu Anda memantau dan mengontrol pemakaian listrik harian secara langsung.
- C. Cara Menghemat Air di Rumah
Air bersih adalah sumber daya yang terbatas. Menghemat air membantu menjaga pasokan air tanah dan mengurangi beban pengolahan limbah.
Di Kamar Mandi:
Matikan Kran: Jangan biarkan air mengalir saat Anda sedang menggosok gigi, mencuci tangan dengan sabun, atau bercukur.
Gunakan Shower (Pancuran): Mandi dengan shower umumnya lebih hemat air daripada menggunakan gayung/bak mandi, dan jauh lebih hemat daripada bathtub (bak rendam).
Perbaiki Kebocoran: Segera perbaiki kran atau toilet yang bocor. Tetesan kecil yang terus-menerus bisa membuang puluhan liter air per hari.
Siram Toilet Seperlunya: Jika toilet Anda memiliki sistem dual flush, gunakan tombol siraman kecil untuk urine dan tombol besar hanya jika diperlukan. Jangan membuang sampah (tisu, puntung rokok) ke dalam toilet.
Di Dapur & Tempat Cuci:
Mencuci Buah/Sayur dalam Wadah: Jangan mencuci di bawah air mengalir. Gunakan baskom berisi air, lalu airnya bisa digunakan kembali untuk menyiram tanaman.
Gunakan Mesin Cuci Hanya Saat Penuh: Tunggu hingga pakaian kotor menumpuk sesuai kapasitas maksimal mesin cuci sebelum memulainya. Memutar mesin cuci untuk sedikit pakaian sangat memboroskan air dan listrik.
Rendam Piring Kotor: Jika mencuci piring dengan tangan, rendam dulu piring yang sangat kotor dalam sedikit air daripada mengeroknya di bawah kran yang mengalir.
Di Luar Rumah:
Gunakan Ember untuk Cuci Kendaraan: Gunakan ember dan lap/spons untuk mencuci mobil atau motor. Menggunakan selang air secara terus menerus sangat boros.
Menyiram Tanaman di Waktu yang Tepat: Siram tanaman pada pagi atau sore hari. Menyiram di siang hari bolong menyebabkan air cepat menguap sebelum diserap akar.
Tampung Air Hujan: Gunakan tong atau wadah besar untuk menampung air hujan, yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman atau membersihkan lantai teras.

0 komentar:
Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan