Home » , » TKAD BHS. INDONESIA KELAS 6 : Ringkasan penggunaan Tanda Baca yang tepat dan contoh-contohnya

TKAD BHS. INDONESIA KELAS 6 : Ringkasan penggunaan Tanda Baca yang tepat dan contoh-contohnya

 Berikut adalah materi rangkuman 8 tanda baca yang sering keluar dalam ujian TKA (Tes Kemampuan Akademik) atau ujian literasi bahasa Indonesia. Materi ini disusun berdasarkan fungsinya yang paling sering dijebak dalam soal, lengkap dengan 5 contoh kontekstual per tanda baca.

 

1. Tanda Titik (.) 

 Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Menandai akhir kalimat pernyataan (bukan seruan atau pertanyaan).

  • Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

  • Digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan, dan tempat terbit.

  • Jebakan Ujian: Tanda titik tidak digunakan di akhir judul karangan, kepala surat, atau setelah angka/huruf terakhir dalam bagan jika sudah ada tanda kurung.

5 Contoh Soal Ujian:

  1. Pertemuan itu akan dimulai pada pukul 08.30.15 WIB. (Pemisah waktu)

  2. Ibu membeli 3 kg beras, 1 kg gula, dan minyak goreng. (Akhir kalimat berita)

  3. Keraf, Gorys. 2004. Komposisi. Flores: Nusa Indah. (Daftar pustaka)

  4. Ujian TKA tahap I akan berlangsung selama 2.30.00 jam. (Jangka waktu: 2 jam 30 menit)

  5. Patung itu memiliki tinggi 5.000 cm dari permukaan tanah. (Penanda ribuan)

2. Tanda Koma (,) 

Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

  • Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

  • Digunakan di belakang kata penghubung antarkalimat (seperti oleh karena itu, jadi, namun, meskipun demikian).

  • Jebakan Ujian: Jika induk kalimat mendahului anak kalimat (misalnya menggunakan kata karena atau bahwa di tengah), tanda koma tidak boleh digunakan.

5 Contoh Soal Ujian:

  1. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri menghadapi ujian sejak dini. (Belakang konjungsi antarkalimat)

  2. Sebelum lembar jawaban dikumpulkan, periksalah kembali nomor ujian Anda. (Anak kalimat mendahului induk kalimat)

  3. Buku, majalah, dan jurnal ilmiah termasuk sumber pustaka yang valid. (Perincian tiga unsur atau lebih)

  4. Dia bukan mahasiswa Universitas Indonesia, melainkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. (Sebelum kata pertentangan: melainkan/tetapi)

  5. "Andi, tolong ambilkan berkas itu," kata Pak Guru. (Memisahkan petikan langsung dari pengiringnya)

3. Tanda Titik Dua  :

Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti perincian atau penjelasan.

  • Digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku percakapan.

  • Jebakan Ujian: Tanda titik dua tidak digunakan jika perincian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri kalimat (contoh salah: Kita memerlukan: kursi, meja, dan lemari.)

5 Contoh Soal Ujian:

  1. Fakultas tersebut membuka tiga jurusan baru: Sastra Jepang, Ilmu Komunikasi, dan Hubungan Internasional. (Perincian setelah pernyataan lengkap)

  2. Kita memerlukan alat tulis berikut: pensil, penghapus, penggaris, dan pulpen. (Penjelasan dari kata 'berikut')

  3. Amir: "Apakah kamu sudah menyelesaikan tugas sejarah?" (Sesudah pelaku drama)

  4. Surah Al-Baqarah: 183 menjelaskan tentang kewajiban berpuasa. (Antara surah dan nomor ayat)

  5. Komposisi penduduk kota itu berdasarkan mata pencaharian: petani, pedagang, dan buruh. (Pernyataan lengkap diikuti perincian)

4. Tanda Titik Koma ;

Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara (kalimat majemuk setara tanpa konjungsi).

  • Memisahkan bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

5 Contoh Soal Ujian:

  1. Ayah membaca koran di teras; Ibu memasak di dapur; Kakak mengerjakan tugas di kamar. (Memisahkan kalimat setara)

  2. Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku di perpustakaan. (Pengganti kata 'tetapi' atau 'namun')

  3. Syarat pendaftaran meliputi: kartu tanda penduduk; ijazah dilegalisasi; dan pasfoto ukuran 3 x 4. (Memisahkan perincian klausa panjang)

  4. Agenda rapat hari ini adalah pemilihan ketua; penyusunan anggaran dasar; dan penentuan lokasi bakti sosial. (Perincian bertingkat)

  5. Dosen itu menyampaikan materi kuliah; mahasiswa mencatatnya dengan tekun. (Hubungan klausa koordinatif)

5. Tanda Hubung

Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Menyambung unsur kata ulang.

  • Merangkai kata depan/imbuhan bahasa Indonesia dengan kata bahasa asing/daerah, atau merangkai se- dengan kata berawalan huruf kapital, dan angka dengan -an.

5 Contoh Soal Ujian:

  1. Anak-anak itu berlari-lari di lapangan sekolah dengan gembira. (Kata ulang)

  2. Peserta ujian dilarang me-repro soal TKA dalam bentuk apa pun. (Imbuhan Indonesia + kata asing)

  3. Gedung pertemuan itu dibangun pada tahun 1990-an. (Angka + an)

  4. Acara festival budaya se-Indonesia itu resmi dibuka kemarin pagi. (se- + Kata berhuruf kapital)

  5. Ujian ini merupakan langkah awal untuk meng-upgrade kemampuan literasi kita. (Imbuhan Indonesia + kata asing)

6. Tanda Pisah  — 

Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

  • Berarti 'sampai dengan' atau 'sampai ke' jika digunakan di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat.

  • Jebakan Ujian: Secara visual, tanda pisah () lebih panjang daripada tanda hubung (-) dan tidak memakai spasi di kanan-kirinya.

5 Contoh Soal Ujian:

  1. Keberhasilan ujian ini—saya yakin kalian bisa meraihnya—bergantung pada kedisiplinan belajar. (Penyisipan penjelasan)

  2. Ujian TKA tertulis dilaksanakan tanggal 15—18 Juli 2026. (Berarti 'sampai dengan')

  3. Rute penerbangan evakuasi tersebut meliputi Jakarta—Yogyakarta. (Berarti 'sampai ke')

  4. Kondisi politik saat ini—jika kita amati bersama—sedang mengalami dinamika yang tinggi. (Penyisipan kalimat)

  5. Materi yang diujikan adalah bab I—IV buku paket Bahasa Indonesia. (Berarti 'sampai dengan')

7. Tanda Petik "..."

Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Apit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

  • Apit judul puisi, lagu, artikel, atau bab buku yang digunakan dalam kalimat.

  • Apit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

5 Contoh Soal Ujian:

  1. "Saya belum siap mengikuti ujian tiruan besok," bisik Budi kepada temannya. (Petikan langsung)

  2. Siswa diwajibkan membaca artikel berjudul "Strategi Menjawab Soal TKA" di majalah dinding. (Judul artikel)

  3. Ia berulang kali mendengarkan lagu "Indonesia Pusaka" sebelum belajar untuk menenangkan pikiran. (Judul lagu)

  4. Anak itu sering diejek sebagai "kutu buku" karena tidak pernah lepas dari membaca. (Arti khusus/ungkapan)

  5. Dalam bab ini kita akan membahas mengenai "refraksi cahaya" pada lensa mata. (Istilah ilmiah kurang dikenal dalam teks umum)

8. Tanda Kurung (...)

Fungsi Utama dalam Ujian:

  • Apit tambahan keterangan atau penjelasan.

  • Apit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

  • Apit huruf atau angka yang membilangkan deretan perincian.

5 Contoh Soal Ujian:

  1. Setiap peserta wajib membawa kartu tanda penduduk (KTP) asli saat ujian berlangsung. (Apit singkatan)

  2. Bagian perencanaan telah menyusun anggaran dasar (AD) organisasi yang baru. (Apit penjelasan)

  3. Tata tertib ujian ini (lihat halaman 4) harus ditaati oleh semua peserta tanpa terkecuali. (Penjelasan tambahan penunjuk)

  4. Gejala miopi (rabun jauh) dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung. (Apit istilah penjelasan)

  5. Faktor penentu kelulusan meliputi (a) nilai ujian, (b) kehadiran, dan (c) perilaku. (Apit angka/huruf perincian)


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbitkan oleh Mr-Widi

0 komentar:

Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan

Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2017. Guru SD Jogja - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team