Tampilkan postingan dengan label kelas 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelas 6. Tampilkan semua postingan

Siap TKA Bhs Indonesia kelas 6 : Jenis jenis Pargraf Berdasarkan Isi dan Tujuannya ( Narasi, Deskripsi, ekposisi, argumentasi dan ekposisi)


"Mari kita taklukkan soal-soal paragraf TKA Kelas 6 dengan memahami ciri khas setiap teks! Sekali baca, langsung paham bedanya!"

 

1. Definisi dan Cara Cepat Mengenali Jenis Paragraf

  • Paragraf Narasi

    • Definisi: Paragraf yang menceritakan atau mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut (kronologis) dari waktu ke waktu, serta memiliki tokoh dan konflik.

    • Kata Kunci/Ciri: Ada urutan waktu (lalu, kemudian, esok harinya), ada tokoh, dan ada alur cerita.

  • Paragraf Deskripsi

    • Definisi: Paragraf yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara detail dengan pancaindra sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri.

    • Kata Kunci/Ciri: Menggunakan kata-kata sifat (luas, hijau, semerbak), berfokus pada ciri fisik objek.

  • Paragraf Eksposisi

    • Definisi: Paragraf yang memaparkan, menyampaikan informasi, memberikan petunjuk, atau menjelaskan suatu pengetahuan ilmiah secara objektif tanpa maksud memengaruhi pembaca.

    • Kata Kunci/Ciri: Berisi fakta ilmiah, definisi (adalah, merupakan), proses pembuatan, atau data statistik.

  • Paragraf Argumentasi

    • Definisi: Paragraf yang menyampaikan pendapat atau gagasan pribadi penulis yang disertai dengan bukti, alasan, dan fakta logis untuk meyakinkan pembaca bahwa pendapat tersebut benar.

    • Kata Kunci/Ciri: Ada opini penentu (menurut saya, seharusnya), diikuti alasan logis ("mengapa" hal itu terjadi), dan kesimpulan di akhir.

  • Paragraf Persuasi

    • Definisi: Paragraf yang berisi ajakan, bujukan, atau imbauan yang bertujuan untuk memengaruhi pembaca agar melakukan tindakan tertentu sesuai keinginan penulis.

    • Kata Kunci/Ciri: Menggunakan kata ajakan (ayo, mari, hendaknya, jagalah, marilah).

2. Tabel Perbedaan Jenis Paragraf (Jembatan Keledai untuk Ujian)

Gunakan tabel di bawah ini untuk membedakan jenis paragraf dalam hitungan detik saat ujian:

Jenis ParagrafTujuan UtamaFokus IsiKesan pada PembacaCiri Khas Teks
NarasiMenghibur / mengisahkanUrutan waktu & aksi tokoh"Apa yang terjadi selanjutnya?"Ada konflik, latar, dan alur
DeskripsiMenggambarkanCiri fisik dan suasana objek"Aku seperti melihat/merasakan langsung"Melibatkan panca-indra
EksposisiMenginformasikanIlmu pengetahuan / cara kerja"Oh, sekarang aku jadi tahu/paham"Bersifat ilmiah, data, fakta
ArgumentasiMeyakinkanPendapat + bukti logis"Pendapat penulis ini masuk akal dan benar"Ada alasan kuat & pembuktian
PersuasiMengajak/MenggerakkanImbauan & ajakan beraksi"Aku harus melakukan hal yang diajak penulis"Kata kunci: Ayo, mari, -lah

3. Contoh Paragraf HOTS Kelas 6 SD (Persiapan TKA)

Catatan HOTS: Soal TKA sering kali menjebak. Misalnya, teks eksposisi digabungkan dengan sedikit deskripsi, namun kamu harus fokus pada tujuan utama teks tersebut ditulis.

A. Contoh Paragraf Narasi (Hots)

Contoh 1:

Tepat pukul 07.00 WIB, bel sekolah berbunyi nyaring. Rian bergegas duduk di bangkunya dengan jantung berdebar karena hari itu adalah pengumuman hasil eliminasi lomba sains. Dua jam berlalu, kepala sekolah memasuki kelas membawa selembar kertas putih. Ketika nama "Rian Pramudya" disebut sebagai juara pertama, seluruh kelas bertepuk tangan riuh. Rian langsung sujud syukur sambil menahan tangis bahagianya.

Contoh 2:

Liburan semester lalu, keluarga besar kami mengunjungi rumah kakek di lereng Gunung Lawu. Awalnya perjalanan terasa membosankan karena macet yang panjang. Namun, suasana berubah ceria ketika menjelang sore mobil kami mulai memasuki jalanan menanjak yang berkelok-kelok. Kami disambut oleh lambaian pohon pinus dan senyuman hangat kakek yang sudah menunggu di depan pintu pagar bambunya sejak siang.

B. Contoh Paragraf Deskripsi (Hots)

Contoh 1:

Di sudut halaman sekolah kami, berdiri sebuah pohon beringin tua yang sangat rindang. Batangnya berwarna cokelat tua keabu-abuan dengan diameter mencapai pelukan tiga anak anak SD. Akar-akar gantungnya menjuntai ke bawah bagaikan janggut raksasa yang bergerak perlahan ditiup angin sepoi-sepoi. Di bawah naungan daun-daun hijaunya yang lebat, udara selalu terasa sejuk dan teduh meskipun matahari siang sedang terik-teriknya.

Contoh 2:

Kucing baruku, si Belang, memiliki penampilan yang sangat unik. Bulunya yang tebal didominasi warna putih bersih, dengan corak melingkar berwarna oranye tua di bagian punggungnya mirip seperti pelana kuda. Kedua matanya berbentuk bulat sempurna dengan warna hijau jernih bagaikan batu zamrud. Setiap kali dia merasa lapar, dia akan menggesekkan tubuhnya yang hangat ke kakiku sambil mengeluarkan suara dengkur halus yang manja.

C. Contoh Paragraf Eksposisi (Hots)

Contoh 1:

Proses fotosintesis pada tumbuhan hijau terjadi di dalam kloroplas, khususnya pada bagian daun yang mengandung zat hijau daun. Proses ini membutuhkan empat bahan utama, yaitu air dari dalam tanah, karbon dioksida dari udara, klorofil, dan bantuan energi cahaya matahari. Melalui reaksi kimia yang teratur, tumbuhan mengubah bahan-bahan tersebut menjadi glukosa sebagai sumber energi bagi tumbuhan itu sendiri serta melepaskan oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup lain untuk bernapas.

Contoh 2:

Gerhana matahari total merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika posisi bulan terletak tepat di antara bumi dan matahari. Akibatnya, bayangan inti bulan yang disebut umbra jatuh ke permukaan bumi dan menutup seluruh pancaran cahaya matahari ke area tersebut. Meskipun ukuran bulan jauh lebih kecil daripada matahari, bulan dapat menutupi matahari sepenuhnya karena jarak bulan ke bumi jauh lebih dekat dibandingkan jarak matahari ke bumi.

D. Contoh Paragraf Argumentasi (Hots)

Contoh 1:

Kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah harus segera dihentikan dengan sanksi yang tegas. Berdasarkan data UKS bulan lalu, jumlah siswa yang terserang penyakit diare meningkat hingga 15% akibat jajanan yang dihinggapi lalat dari tumpukan sampah terbuka di belakang kantin. Oleh karena itu, tanpa adanya ketegasan dan kesadaran bersama, lingkungan sekolah kita akan menjadi sarang penyakit yang mengancam kesehatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah.

Contoh 2:

Pembatasan waktu penggunaan gawai (screen time) pada anak usia sekolah dasar saat malam hari sangat penting untuk diterapkan oleh orang tua. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa paparan sinar biru (blue light) dari layar gawai dapat menghambat produksi hormon melatonin yang mengatur pola tidur. Akibatnya, anak-anak yang bermain gawai sebelum tidur sering mengalami kurang tidur, yang berdampak langsung pada penurunan konsentrasi belajar mereka di kelas keesokan harinya.

E. Contoh Paragraf Persuasi (Hots)

Contoh 1:

Bumi tempat kita tinggal saat ini sedang mengalami pemanasan global yang berakibat pada perubahan cuaca ekstrem. Jika kita terus membiarkan hutan gundul dan membiarkan plastik mencemari lingkungan, masa depan kita akan terancam bahaya. Oleh karena itu, marilah kita mulai melakukan langkah kecil nyata hari ini dengan menanam satu pohon di pekarangan rumah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ayo, selamatkan bumi kita demi masa depan generasi yang akan datang!

Contoh 2:

Tubuh yang sehat dan bugar adalah modal utama kita untuk dapat belajar dan meraih cita-cita secara maksimal. Namun, saat ini banyak anak sekolah yang lebih memilih mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi pengawet daripada sayur dan buah. Ingatlah, investasi kesehatan dimulai dari apa yang kita makan sehari-hari. Yuk, ubah pola makan kita mulai sekarang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan air putih agar tubuh kita kuat terbebas dari berbagai penyakit!

Siap TKA Bhs Indonesia Kelas 6 : Cara menentukan Kalimat Utama dan ide pokok

 Mencari kalimat utama dan ide pokok dalam soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) sering kali menjebak anak SD karena bahasanya yang kompleks atau letak idenya yang tersirat.

Berikut adalah ringkasan teknik super mudah—yang bisa diajarkan sebagai "Trik Detektif Paragraf"—agar anak SD bisa melibas soal-soal ini dengan cepat dan tepat.

 

🕵️‍♂️ Ringkasan Teknik "Detektif Paragraf" untuk Anak SD

Untuk mempermudah anak, kita bagi langkahnya menjadi dua tahapan sederhana:

1. Mencari Kalimat Utama (Gunakan Teknik "A-B-C")

Kalimat utama adalah rumah besar tempat ide pokok tinggal. Ingat rumus A-B-C:

  • A (Awal): Baca kalimat pertama. Cek kalimat kedua, apakah ada kata yang diulang (repetisi), atau ada kata ganti (ini, itu, tersebut, dia, mereka)? Jika ya, kalimat utamanya ada di Awal (Deduktif).

  • B (Belakang): Baca kalimat terakhir. Apakah ada kata simpulan seperti jadi, dengan demikian, oleh karena itu, maka dari itu, atau penegasan intinya? Jika ya, kalimat utamanya ada di Belakang (Induktif).

  • C (Campuran): Kalimat utama ada di awal dan ditegaskan lagi di akhir paragraf.

💡 Tip HOTS: Soal HOTS sering menyembunyikan kata simpulan. Jika di akhir kalimat ada kata kerja yang menyimpulkan seluruh isi (misal: ...itulah mengapa lingkungan harus dijaga), maka kalimat utamanya ada di belakang.

2. Mencari Ide Pokok / Gagasan Pokok (Teknik "Pangkas & Ambil")

Ide pokok adalah inti dari kalimat utama. Cara mencarinya:

  1. Temukan dulu kalimat utamanya (pakai teknik A-B-C di atas).

  2. Pangkas kata-kata hiasan/pelengkap (seperti contoh, keterangan waktu, atau tempat yang terlalu detail).

  3. Ambil inti masalahnya saja (Subjek + Predikat).

  

 

📝 5 Contoh Soal HOTS & Pembahasannya

Berikut adalah contoh soal model TKA/HOTS tingkat SD beserta pembahasannya menggunakan teknik di atas.

Soal 1

Paragraf: Taman Nasional Komodo tidak hanya menjadi tempat perlindungan bagi hewan purba, tetapi juga menjadi magnet utama pariwisata Indonesia yang mendunia. Ribuan turis asing setiap tahunnya rela menempuh perjalanan jauh demi melihat langsung kehidupan sang reptil raksasa. Keindahan alam bawah laut di sekitar pulau tersebut juga menambah daya tarik bagi para penyelam internasional.

  • A. Kalimat Utama: ...

  • B. Ide Pokok: ...

  • Analisis Kalimat Utama (Teknik A-B-C): Mari kita lihat kalimat kedua: "Ribuan turis asing..." dan kalimat ketiga ada kata "...di sekitar pulau tersebut". Kata tersebut merujuk pada Taman Nasional Komodo di kalimat pertama. Berarti kalimat kedua dan ketiga menjelaskan kalimat pertama.

    • Kalimat Utama: Taman Nasional Komodo tidak hanya menjadi tempat perlindungan bagi hewan purba, tetapi juga menjadi magnet utama pariwisata Indonesia yang mendunia. (Di awal paragraf).

  • Analisis Ide Pokok (Teknik Pangkas & Ambil): Kita pangkas kalimat utama di atas. Ambil intinya: Siapa? Taman Nasional Komodo. Ada apa? Menjadi magnet pariwisata Indonesia.

    • Ide Pokok: Taman Nasional Komodo sebagai magnet pariwisata Indonesia.

Soal 2

Paragraf: Saat kita membuang sampah plastik sembarangan, sampah tersebut butuh ratusan tahun untuk hancur. Plastik yang tertimbun di tanah akan merusak kesuburan tanah dan membunuh mikroorganisme baik di dalamnya. Tidak hanya itu, jika hanyut ke laut, plastik dapat tertelan oleh penyu atau lumba-lumba yang mengiranya sebagai ubur-ubur. Oleh karena itu, kita harus bijak dan membatasi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

  • A. Kalimat Utama: ...

  • B. Ide Pokok: ...

  • Analisis Kalimat Utama (Teknik A-B-C): Langsung tengok kalimat terakhir. Ada kata kunci "Oleh karena itu...". Ini adalah ciri mutlak kalimat kesimpulan di akhir.

    • Kalimat Utama: Oleh karena itu, kita harus bijak dan membatasi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. (Di akhir paragraf).

  • Analisis Ide Pokok (Teknik Pangkas & Ambil): Pangkas kata penghubung "Oleh karena itu". Ambil intinya: Apa yang harus dilakukan? Membatasi penggunaan plastik.

    • Ide Pokok: Kewajiban membatasi penggunaan plastik.

Soal 3

Paragraf: Kunang-kunang menggunakan cahaya di tubuhnya untuk menemukan pasangan di malam hari. Di samping itu, kelap-kelip cahaya tersebut juga berfungsi sebagai sistem pertahanan diri dari serangan predator. Beberapa jenis kunang-kunang bahkan memanfaatkan cahaya mereka untuk memikat mangsa agar mendekat. Cahaya yang dihasilkan oleh serangga unik ini ternyata memiliki fungsi yang sangat beragam.

  • A. Kalimat Utama: ...

  • B. Ide Pokok: ...

  • Analisis Kalimat Utama (Teknik A-B-C): Kalimat 1, 2, dan 3 menjelaskan contoh-contoh kegunaan cahaya (untuk cari pasangan, usir musuh, pikat mangsa). Kalimat terakhir menyimpulkan semua contoh itu dengan kata: "ternyata memiliki fungsi yang sangat beragam".

    • Kalimat Utama: Cahaya yang dihasilkan oleh serangga unik ini ternyata memiliki fungsi yang sangat beragam. (Di akhir paragraf).

  • Analisis Ide Pokok (Teknik Pangkas & Ambil): Serangga unik yang dimaksud adalah kunang-kunang. Inti kalimatnya adalah cahaya kunang-kunang punya banyak fungsi.

    • Ide Pokok: Ragam fungsi cahaya kunang-kunang.

Soal 4

Paragraf: Membaca buku secara rutin dapat merangsang koneksi saraf di dalam otak anak. Dengan membaca, kosakata anak akan bertambah pesat sehingga kemampuan komunikasinya menjadi lebih baik. Selain itu, membaca cerita juga melatih fokus dan daya imajinasi anak agar lebih kreatif. Sungguh, ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan anak dari kebiasaan membaca.

  • A. Kalimat Utama: ...

  • B. Ide Pokok: ...

  • Analisis Kalimat Utama (Teknik A-B-C): Paragraf ini adalah jenis Campuran. Kalimat pertama menyebutkan manfaat membaca (merangsang saraf). Kalimat terakhir menegaskan kembali dengan kata "Sungguh, ada banyak sekali manfaat...". Anak bisa memilih salah satu atau menggabungkannya, namun biasanya pada soal HOTS, penegas di awal/akhir memiliki esensi yang sama.

    • Kalimat Utama: Membaca buku secara rutin dapat merangsang koneksi saraf di dalam otak anak (atau kalimat terakhir).

  • Analisis Ide Pokok (Teknik Pangkas & Ambil): Inti dari seluruh kalimat tersebut berbicara tentang satu hal: apa efek baik dari membaca bagi anak?

    • Ide Pokok: Manfaat kebiasaan membaca bagi anak.

Soal 5 (HOTS Tinggi - Tersirat)

Paragraf: Pohon bakau memiliki akar napas yang kuat untuk mencengkeram lumpur pantai dari hantaman ombak besar. Daunnya yang tebal mampu menyaring garam dari air laut yang asin. Tidak hanya itu, buah bakau didesain berbentuk runcing seperti tombak agar saat jatuh langsung menancap kuat di lumpur dan tidak terbawa arus laut.

  • A. Kalimat Utama: ...

  • B. Ide Pokok: ...

  • Analisis Kalimat Utama (Teknik A-B-C): Hati-hati! Ini adalah tipe soal HOTS deskriptif di mana semua kalimat kedudukannya sejajar (paragraf narasi/deskripsi). Kalimat 1 membahas akar, kalimat 2 membahas daun, kalimat 3 membahas buah. Tidak ada satu kalimat yang mencakup semuanya. Maka, kalimat utamanya adalah gabungan seluruh kalimat (tersirat).

    • Kalimat Utama: Tumbuhan bakau memiliki ciri khusus pada akar, daun, dan buahnya untuk bertahan hidup di pantai.

  • Analisis Ide Pokok (Teknik Pangkas & Ambil): Karena kalimat utamanya tersirat, kita ambil kesimpulan dari seluruh ciri fisik tersebut. Ciri fisik untuk bertahan hidup disebut dengan adaptasi.

    • Ide Pokok: Cara pohon bakau beradaptasi dengan lingkungan pantai.

 

SIAP TKA Bhs Indonesia kelas 6 : "Detektif Peribahasa berbagi trik Cara Menyelesaikan soal Peribahasa"

 Peribahasa dalam soal TKA (Tes Kemampuan Akademik) atau Ujian Sekolah kelas 6 sering kali disajikan dalam bentuk cerita pendek/paragraf. Siswa diminta menentukan peribahasa mana yang paling tepat untuk menggambarkan situasi dalam paragraf tersebut. Berikut adalah trik super mudah beserta 10 peribahasa yang paling sering keluar beserta contoh soal dan pembahasannya.

 

🕵️‍♂️ Trik & Tip "Detektif Peribahasa" untuk Anak SD

Agar anak tidak bingung menghafal ratusan peribahasa, ajarkan mereka menjadi "Detektif Kata Kunci" dengan trik berikut:

1. Cari "Benang Merah" Cerita (Sebab-Akibat)

Jangan terkecoh dengan nama tokoh atau latar tempatnya. Fokus pada masalah dan akibatnya.

  • Contoh: Ada anak yang awalnya kaya lalu sombong, tiba-tiba jatuh miskin. Kata kuncinya: Roda kehidupan berputar.

2. Trik "Visualisasi Alami" (Bayangkan Logikanya)

Banyak peribahasa menggunakan perumpamaan alam (hewan, tumbuhan, air). Ajak anak membayangkannya secara logis:

  • Air beriak tanda tak dalam: Air yang berisik (beriak) biasanya dangkal. Berarti orang yang banyak bicara biasanya kurang ilmu.

  • Sambil menyelam minum air: Sekali menyelam, dapat dua keuntungan. Berarti melakukan satu pekerjaan, mendapat dua hasil sekaligus.

3. Kelompokkan Berdasarkan Tema Sifat

Seringkali pilihan ganda di soal TKA berkisar pada tema yang itu-itu saja:

  • Tema Sombong/Lupa Diri: Kacang lupa kulitnya; Seperti ayam kehilangan induk.

  • Tema Sia-sia/Percuma: Mengharap hujan di langit, air di tempayan dicurahkan; Bagai menabur garam di laut.

  • Tema Penyesalan: Nasi sudah menjadi bubur.

📝 10 Contoh Peribahasa dalam Paragraf & Pembahasannya

1. Peribahasa: Bagai kacang lupa akan kulitnya

Arti: Orang yang sombong dan lupa akan asal-usulnya atau melupakan orang yang pernah menolongnya setelah ia sukses.

Contoh Soal dalam Paragraf:

Riko dahulu adalah anak seorang pembuat tahu yang hidup pas-pasan. Berkat bantuan modal dari tetangganya, Pak Andi, Riko bisa kuliah hingga sukses menjadi pengusaha besar di kota. Namun, saat Pak Andi datang ke kotanya untuk meminta bantuan, Riko berpura-pura tidak mengenal Pak Andi dan mengusirnya.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Riko sukses berkat bantuan Pak Andi, tetapi sekarang tidak mengakui Pak Andi. Peribahasa yang tepat adalah Bagai kacang lupa akan kulitnya.

2. Peribahasa: Nasi sudah menjadi bubur

Arti: Perbuatan yang sudah terlanjur dilakukan dan tidak dapat diperbaiki lagi (penyesalan yang terlambat).

Contoh Soal dalam Paragraf:

Deni berkali-kali diingatkan ibunya agar belajar untuk ujian besok pagi. Namun, Deni malah bermain game hingga larut malam. Keesokan harinya, Deni tidak bisa menjawab satu pun soal ujian dan menangis melihat nilainya mendapat angka merah. Sang ibu hanya menghela napas melihat anaknya menyesal.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Deni malas, gagal ujian, lalu menangis menyesal. Kejadian gagal ujian tidak bisa diulang lagi. Peribahasa yang tepat adalah Nasi sudah menjadi bubur.

3. Peribahasa: Sambil menyelam minum air

Arti: Melakukan satu pekerjaan, tetapi mendapatkan beberapa keuntungan atau menyelesaikan pekerjaan lain sekaligus.

Contoh Soal dalam Paragraf:

Siti mendapat tugas dari sekolah untuk mengamati jenis-jenis tanaman hias. Kebetulan, pamannya memiliki toko tanaman hias yang besar. Siti pun pergi ke sana untuk mengerjakan tugas kelompoknya sekaligus memanfaatkan waktu untuk membantu pamannya merapikan pot tanaman.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Siti mengerjakan tugas sekolah (tugas selesai) sekaligus membantu pamannya (berbuat baik). Dua keuntungan didapat dalam satu waktu. Peribahasa yang tepat adalah Sambil menyelam minum air.

4. Peribahasa: Air beriak tanda tak dalam

Arti: Orang yang banyak bicara atau sombong biasanya tidak terlalu banyak pengetahuannya.

Contoh Soal dalam Paragraf:

Di kelas, Aldi selalu sesumbar bahwa ia sangat ahli dalam komputer dan robotika. Ia kerap meremehkan teman-temannya saat berdiskusi. Namun, saat guru memintanya maju ke depan untuk mempraktikkan dasar pemrograman sederhana, Aldi mendadak gugup dan tidak tahu harus menekan tombol apa.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Aldi banyak bicara/sombong, tetapi saat diuji ternyata tidak bisa apa-apa. Peribahasa yang tepat adalah Air beriak tanda tak dalam.

5. Peribahasa: Ada udang di balik batu

Arti: Ada maksud tersembunyi (biasanya kurang baik/pamrih) di balik kebaikan yang ditunjukkan seseorang.

Contoh Soal dalam Paragraf:

Fino tiba-tiba bersikap sangat manis kepada kakaknya. Ia menyapu kamar kakak, membelikan camilan, dan memuji penampilan kakaknya sepanjang hari. Ternyata, sore harinya Fino merayu kakaknya agar dipinjamkan sepeda motor baru untuk bermain bersama teman-temannya.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Fino mendadak rajin dan baik karena punya niat tersembunyi ingin pinjam motor. Peribahasa yang tepat adalah Ada udang di balik batu.

6. Peribahasa: Besar pasak daripada tiang

Arti: Pengeluaran (belanja) lebih besar daripada pendapatan (penghasilan).

Contoh Soal dalam Paragraf:

Gaji Pak Doni sebagai buruh harian tidak menentu setiap bulannya. Namun, keluarga Pak Doni selalu membeli barang-barang mewah, ganti handphone baru, dan sering makan di restoran mahal menggunakan kartu kredit. Akibatnya, utang Pak Doni menumpuk di mana-mana.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Pendapatan kecil, tetapi pengeluaran dan gaya hidupnya sangat mewah hingga berutang. Peribahasa yang tepat adalah Besar pasak daripada tiang.

7. Peribahasa: Tong kosong nyaring bunyinya

Arti: Orang yang bodoh atau tidak berilmu biasanya paling banyak bicara dan membual.

Contoh Soal dalam Paragraf:

Saat berkumpul di pos ronda, Arman selalu berbicara dengan suara keras tentang politik luar negeri dan ekonomi dunia seolah dialah yang paling paham. Padahal, warga desa tahu betul bahwa Arman bahkan tidak lulus sekolah dasar dan pengetahuannya hanya karangan belaka tanpa bukti.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Arman tidak berilmu/tidak sekolah tinggi, tapi bicaranya paling keras dan sok tahu. Peribahasa yang tepat adalah Tong kosong nyaring bunyinya. (Mirip dengan air beriak tanda tak dalam).

8. Peribahasa: Mengharap hujan di langit, air di tempayan dicurahkan

Arti: Mengharapkan sesuatu yang belum pasti, lalu membuang barang atau hal keuntungan yang sudah pasti dimiliki.

Contoh Soal dalam Paragraf:

Tio mendengar kabar burung bahwa ia akan mendapatkan hadiah rumah mewah dari undian sebuah bank bulan depan. Tanpa berpikir panjang dan mengecek kebenarannya, Tio langsung menjual rumah kecilnya yang sekarang dan membagikan uangnya ke orang-orang karena mengira ia akan segera pindah ke rumah mewah. Ternyata, kabar undian itu bohong, dan kini Tio tidak punya tempat tinggal.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Tio mengharapkan hadiah yang belum pasti (hujan di langit), lalu malah membuang/menjual rumah yang sudah pasti ia miliki (air di tempayan). Peribahasa yang tepat adalah Mengharap hujan di langit, air di tempayan dicurahkan.

9. Peribahasa: Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung

Arti: Kita harus menghormati dan mengikuti adat istiadat atau aturan di tempat kita tinggal/merantau.

Contoh Soal dalam Paragraf:

Keluarga Pak joko baru saja pindah dari kota besar ke sebuah desa adat di Bali. Meskipun mereka memiliki kebiasaan hidup modern di kota asal mereka, Pak Joko selalu mengingatkan anak-anaknya untuk memakai pakaian sopan dan menghormati sesajen atau upacara keagamaan yang sedang dilakukan oleh warga lokal di desa tersebut.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Pindah ke tempat baru dan wajib menghormati aturan/adat di tempat baru tersebut. Peribahasa yang tepat adalah Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

10. Peribahasa: Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Arti: Pekerjaan yang berat maupun ringan harus dilakukan bersama-sama (gotong royong, suka duka dirasakan bersama).

Contoh Soal dalam Paragraf:

Warga RT 03 diguyur hujan lebat semalam sehingga pos ronda roboh tertimpa pohon. Pagi harinya, tanpa menunggu komando, bapak-bapak membawa peralatan pertukangan untuk membangun kembali pos tersebut, ibu-ibu menyiapkan gorengan dan kopi, sementara anak-anak membantu mengumpulkan ranting pohon yang patah. Pekerjaan pun selesai dengan cepat.

  • Pembahasan: Kata kunci cerita adalah Warga bekerja sama bergotong royong membagi tugas agar pekerjaan berat jadi terasa ringan. Peribahasa yang tepat adalah Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2017. Guru SD Jogja - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team